Rebo Wekasan Sebagai Budaya Islam

Dalam blog ini berisi tentang arti rebo wekasan atau rebo pungkasan. berisi tentang do'a untuk malam rebo wekasan, tata cara sholat rebo wekasan beserta wirid wirid untuk rebo wekasan dan tips untuk tolak bala' sesuai dengan kajian kitab kuning. Mengenai dalil dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits pun tidak ada. Hanya didapat dari kajian kitab yang dikarang oleh orang-orang yang diberikan kelebiahn oleh Allah yang mengetahui apa yang tidak kita ketahui sebagai orang awam. Walaupun begitu tidak ada salahnya kita melaksanakan sholat dan berdo'a meminta perlindungan kepada Allah atas segala balak yang diturunkan. Hanya Allah tempat meminta perlindungan dan meminta keselamatan. tidak ada daya dan kekuatan serta upaya  kecuali dengan pertolongan Allah subhanahu wata'ala. dengan mengandalkan Allah, sudah dipastikan langkah kita sudah benar, dengan begitu kita tidak perlu ragu atas kemampuan dan kekuatan Allah, sampai kapanpun kita akan selalu bergantung dan minta perlindungan Allah. 

Rebo Wekasan atau rabu wekasan atau rebo pungkasan atau bisa saja rabu terakhir bulan sfar, Rebo Wekasan adalah hari rabu terakhir pada bulan safar. Tepatnya taggal 8 Januari 2013 malam 9 Januari 2013. Dihari itu Allah menurunkan 320.000 bala  ke bumi, namun Allah juga memberikan penawarnya.
وَقَلَ بَعْضُ الفُضَلَاءِ أَنَهُ وَرَدَ أنَّ البَلَايَا المُقَدَّرَةْ فِى السَّنَةِ تُنْقَلُ مِنَ اللَّوْخِ الْمَحْفُوْظِ إلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا
فِى لَيْلَةِ أخِرِ أَرْبِاَءْ مِنْ شَهْرِ صَفَرْ وَ اَنْ مَنْ كَتَبَ هَذِهِ اْلأيَاتِ السَّبْعِ فِى إنَاءٍ وَمَحَاهُنَّ بِمَاءٍ و شَرِبَهُ لَمْ يُصِبْهُ شَيْئٌ مِنْ تِلْكَ اْلبَلَايَا : وَ هِىَ سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبِّ الرَّحِيْم . سَلَامٌ عَلَى نُوْحٍ فِى الْعَلَمِيْنَ . سَلَامٌ عَلَى إبْرَاهِيْم . سَلَامٌ عَلَى مُوْسَى وَ هَارُوْن . سَلَامٌ عَلَى ألِ يَاسِيْن . سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خَالِدِيْنَ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ اْلفَجْرِ .
Artinya kurang lebih sebagi berikut :
Orang yang diberikan kebihan oleh Allah mengatakan bahwa dalam taqdir Allah, Allah mendatangkan beberapa bala’ setiap tahunnya dari lauhil mahfudz ke dunia pada malam rabu terakhir bulan safar, barang siapa yang menulis 7 ayat berikut di piring atau mangkok ( wadah ) kemudian mengaduknya dengan air dan meminumnya maka orang tersebut tidak akan terkena bala’. Ayat –ayat itu adalah ( tersebut diatas ) mulai 

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبِّ الرَّحِيْم
Bagi kaum muslimin pada hari tersebut biasa melakukan sholat 4 Rekaat ( dua rekaat salam., dua rekaat salam ).
niatnya : Usholli sunnatal yaumul  arbi,a akhiri shofar li daf'il bala' lillahi ta'ala
atau tidak usah susah susah niat dalam hati dengan bahasa indonesia aku niat sholat rebo  terakhir atau rebo wekasan bulan safar untuk tolak bala' karena Allah. atau denga bahasa jawa.
 Untuk rekaat pertama membaca surah Al-Fatihah dan diikuti surah al-Kautsar ( inna a’thoina kal kautsar ) sebanyak 17 kali kemudian pada rekaat kedua setelah baca surah al-Fatihah membaca surah Al-Ikhlas 5 Kali. Al-Alaq sebanyak 1 kali, al- Annas 1 Kali, Setelah itu berdo’a sebagai berikut :
اللّهُمَّ يَا شَدِيْدَ القُوَى وَيَا شَدِيْدَالْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ يَا مَنْ ذَللَّتْ لِعِزَّتِكَ إكْفِنِى مِنْ شَرِّ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُتَفَضِّلُ يَامُنْعِمُ يَا مُتَكَرِّمُ يَا مَنْ لَا إلَهَ إلَّا اَنْتَ إِرْحَمْنِى بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اللَّهُمَّ بِسِرِّ الحَسَنِ وَ اَخِيْهِ وَ جَدِّهِ وَ اَبِيْهِ وَ اُمِّهِ وَ بَنِيْهِ إِكْفِنِى شَرَّ هَذَالْيَوْمِ وَ مَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَ هُمُ اللهُ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَ حَسْبُنَا اللهُ وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا اللهِ عَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Jangan lupa juga kita berdo'a untuk keselamatan keluarga kita, sanak famili, minta keselamatan desa kita, minta keselamatan kota kita, minta keselamatan negara kita dan juga mintalah keselamatan bumi kita tercinta ini. gantung segalanya pada Allah Subhanahu wata'ala. semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Amiiin. ya Robbal 'Alamin.

Peringatan Nuzulul Qur'an (Budaya Islam)

Peringatan Nuzulul Qur’an 1434 H 

Peringatan Nuzulul Qur’an telah dilaksanakan di Masjid Jami’ At-Taqwadesa Tawangrejo, mengingat betapa pentingnya bagi umat islam mengetahui dan memahami tentang makna dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya maka umat islam khususnya desa tawangrejo selalu mengadakan peringatan hari besar Islam itu, agar manusia bisa mengambil hikmah-hikmah dari kegiatan tersebut. Bentuk kegiatannya adalah pengajian umum dengan serangkaian acara yang tersusun rapi walupun sederhana. Rangkaian acaranya mulai dari pembukaan yang dipimpin oleh pembawa acara Jumhan Habibi yang kemudian diikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Abdullah Akhid, S.Pd.I kemudian dilanjutkan tahlil Qoshor yang dipimpin oleh KH. Syamsul Arifin dan disambung dengan mauidloh Hasanah oleh Drs. Abdul Hamid dan ditutup dengan do’a oleh KH. Ahsin Ilyas. 

Acara Rutin tahunan tersebut dimulai pukul 20.30 WIB sampai dengan pukul 21.30 WIB seluruh rangkaian acara selesai. Dengan dihadiri kurang lebih 150 orang dari berbagai kalangan dan usia yang berbondong-bondong datang di masjid demi mendapatkan sebuah ilmu dan pencerahan. Mengenai kelengkapan sound system dapat diatasi dengan menggunakan pengeras inventaris masjid. Dan masalah konsumsi tentunya mengandalkan kerjasama dengan masyarakat desa tawangrejo agar membawa jajan secukupnya yang nantinya akan terkumpul kemudian dibagi sesuai dengan jumlah jamaah yang hadir dalam mengikuti kegiatan Romadlonan. Setelah acara selesai sebungkus jajan dibagikan. 



Berikut ringkasan materi yang berhasil saya tangkap oleh Drs. Abdul Hamid 



Setiap umat terdahulu memiliki kitab suci sendiri sendiri, Budha dengan kitab tripitakanya yang berisi dengan pedoman-pedoman kehidupan dan diajarkan oleh para pendita. Kristen dengan kitab injilnya yang sekarang sudah mengalami perubahan dan kitab injil terbagi menjadi dua yaitu perjanjian lama dan perjanjian baru dan masih ada yang lain. Dan umat islam memiliki kitab suci yang berupa Al-Qur’an. Mengapa dikatakan kitab suci, sebab tidak pernah mengalami perubahan sama sekali. Tujuan kitab suci Al-Qur’an ini sebagi petunjuk bagi umat islam agar bisa mengatur kehidupan dunia sampai akherat. 
Al-Qur’an sebagai kitab suci karena tiga hal 


  1. Pertama : Isi dan redaksi, lafalnya langsung dari Allah Subhanahu Wata’ala saat Nabi Muhammad berkholwah atau nyepi di gua hira’ kemudian didatangi oleh malaikat Jibril sebagai pembawa wahyu dari Allah Subhanahu Wata’ala. Untuk surah yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Shollalahu ‘Alaihi Wasallam adalah Surah Al-Alaq ayat 1 sampai 5. Turun dibumi pada tanggal 17 Ramadlan sehingga ditetapkannya 17 Ramadlan sebagi hari Nuzulul Qur’an atau hari turunnya Al-Qur’an. Didalam Al-Qur’an mengajarkan Nabi Muhammad untuk berdakwah dengan KELEMBUTAN HATI bukan KEKERASAN. Walaupun saat berdakwah Nabi Muhammad dilempari dengan batu dan terkena badanya hingga berdarah saat berdakwah di kota Thaif, beliau kemudian ditawari oleh malaikat jibril, jika mau peduduk yang melempari beliau, akan dihancurkan malaikat jibril, namun beliau Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam tidak suka kekerasan, kakek hasan dan husain ini selalu berdakwah dengan KELEMBUTAN HATI. Hal inilah cara yang santun, cara islam yang sebenarnya mengikuti uswatun Hasanah yang dicontohkan oleh Mertua sayyidina Ali Karomallohu Wajhah. Dan wal hasil banyak sekali penduduk thaif yang masuk Islam. Mengapa mukjizatnya berupa Al-Qur’an. Mari kita perhatikan dulu Nabi Musa Alaihi Salam diberikan mukjizat tongkat yang bisa menjadi Ular yang memakan ular ular hasil sihir dari orang orang kafir. Kemudian Nabi Isa Alaihi Salam diberikan mukjizat mampu menyembuhkan segala penyakit dan bahkan bisa menghidupkan orang yang meninggal dunia atas izin Allah. Nabi Dawud Alaihi salam juga diberi mukjizat berupa kemerduan suaranya saat berlantun lagu, air pun akan berhenti dan semut yang bergerakpun juga akan berhenti karena mendengar kemerduan suara Nabi Dawud Alaihi Salam. Dan Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam mendapat mukjizat berupa Al-Qur’an dengan sastra yang sangat luar biasa sehingga mengalahkan satra-sastra penyair kafir quraisy terkenal makkah. 
  2. Kedua : Isi Al-Qur’an sesuai fitrah manusia, misalnya pada saat puasa di bulan suci Ramadlon tidak boleh melakukan hubungan intim pada siang hari, namun untuk malam hari diperbolehkan. Misalnya lagi Allah memerintahkan untuk sholat, namun mengenai tata caranya diserahkan Nabi Muhammad. Jika tidak bisa berdiri maka sholat bisa dilakukan dengan duduk, jika tidak bisa sholat dengan duduk maka bisa dengan berbaring. Ini menandakan bahwa Al-Qur,an meang digunakan untuk servis manusia. Coba kita analogikan misal buku panduan servis Yamaha tidak bisa digunakan untuk servis mesin Honda, begitu juga sebaliknya, sebab buku panduan itu sudah dibuat oleh sang ahlinya dan diperuntukkan khusus untuk produknya. Oleh karena itu marilah kita senantiasa membaca Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan kita sehari-hari. 
  3. Ketiga : Isi Al-Qur’an tidak saling bertentangan. Tidak ada ayat satu mengharamkan sesuatu sedangkan pada ayat lain menghalalkannya. Semuanya konsisten. Tidak pernah mengalami perubahan. Lantas Sikap Kita Sebagai Umat Islam adalah menjadikan Al-Qur’an menjadi Imam kita bukan Al-Qur’an menjadi makmum kita dengan merubah bahkan menghancurkan Al-Qur’an. 

Ada 3 golongan Manusia yang akan dipaparkan, anda tinggal memilihnya. 


  1. Banyak berbuat maksiat dan kebaikannya sedikit ini artinya mendzolimi diri sendiri.
  2. Ada yang sregep ibadah dan juga sregep maksiat, golongan orang kedua ini juga susah masuk syurga 
  3. Memperbanyak kebaikan dan jika bersalah maka harus segera bertaubat dengan taubatan Nasukha 

Itu tadi 3 golongan yang memang memiliki konsekuensi masing-masing, maka saya sarankan pilihlah golongan yang nomor tiga. insyaAllah akan diampuni oleh Allah dan kelak mendapat syafaatnya di hari kiamat nanti. Amiin. 

Dokumentasi Kegiatan Nuzulul Qur'an desa Tawangrejo - Winong - Pati 1434 H, 25 Juli 2013.

Sing Nekani Nganti tekan Ambal ngarep ambal Ngguri 

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an. Pak Akhid 

 Pembawa Acara Jumhan Habibi

 Masjid At-Taqwa Bagian Selatan Pojok

 Masjid Bagian Selatan Pojok barat

 Masjid Bagian Selatan Pojok Barat

 Masjid Pojok Selatan Timur

 Tahlil dipimpin Oleh KH. Syamsul Arifin

 Bungkusi Jajan hasil ngumpulin dari Masyarakat Tawangrejo, makasih semoga Berkah

 Umbruk-umbruk jajane, Monggo kalih disambi....!

 Itung disik lho, ojo dimaemi ae, tapi santai turah-turah iki... wis go...!

 Mauidloh Hasanah Oleh Kyai Drs. Abdul Hamid

Doa dipimpin Oleh KH. Ahsin Ilyas

Khataman Al-Qur'an (Budaya Islam)

Khatam Al-Qur’an memang telah menjadi target utama tadarus pada bulan suci Ramadlan tahun 1434 Hijriyah, tidak terkecuali kegiatan membaca Ayat Suci Al-Qur’an yang dilakukan oleh masyarakat desa Tawangrejo yang terpusat di Masjid Jami’ At-Taqwa. Mereka mentargetkan dua kali khatam, khatam pertama sekedar do’a khotmil Qur’an, namun untuk khatam yang kedua sedikit berbeda, ada ritual kecil yang telah menjadi budaya yang ada di masjid yang tergolong tua ini yaitu adanya ambengan. 


Ambengan adalah paket yang terdiri dari nasi, oseng-oseng, gorengan-gorengan dan ada sepotong lauk berupa daging ayam atau daging sapi atau sejenis ikan laut maupun tambak. Ambengan ini telah dibuat masyarakat secara sukarela dan dikumpulkan di masjid hanya untuk acara tersebut, tidak dipatok berapa jumlahnya dan banyaknya yang
penting ada. Walaupun sederhana tetap ada serangkaian acara yang harus diikuti. Secara otomatis ada beberapa personil yang bertugas dalam mengisi rangkaian acara tersebut. Ada pembawa acara yang ditugaskan yaitu bpk Ali Fathan, ada pembacaan khotmil Qur’an yang dibebankan pada Ustadz Jalaluddin Al-Hafdz sekalian doanya dan disambung kepung ambengan. Kepung ambengan yaitu ambengan satu dikelilingi sekitar 4 sampai 5 orang utnuk dibagi sama rata, jika misalnya ikannya Cuma satu maka ikannya dibagi 4 sama rata. Begitu pula lauk yang lainnya. Kemudian masing-masing bisa membawa pulang ambengan yang sudah dibagikan tadi untuk oleh-oleh anggota keluarga yang ada dirumah, jadi ambengan tersebut tidak dinikmati dimasjid tapi dibawa pulang kerumah masing-masing.

Tradisi khataman ini juga biasa disebut maleman yang terkandung maksud sebagai malam terakhir diselenggarakannya tadarus Al-Qur’an, sebab kegiatan ini memang dikhususkan pada bulan Ramadlan. Untuk hari yang lain belum dibiasakan, harapannya adalah setiap hari walaupun diluar bulan suci Ramadlan kegiatan ini tetap berjalan, namun saat ini belum dimulai. Tradisi khataman ini juga dilakukan sejumlah kelompok-kelompok pemuda yang mengatas namakan santri tawangrejo dengan nama IKSATA, ikatan santri Tawangrejo membuat tradisi serupa, namun dilaksanakan sebelum khataman yang diselenggarakan di Masjid, alasannya adalah selain bisa khataman sendiri, mereka juga bisa ikut khataman di Masjid. Kegiatan santri ini sedikit berbeda, biasanya tadarusan dilaksanakan di Masjid namun kali ini mereka menawarkan jadwal tadarus dirumah anggota ikatan tersebut , jika tidak ada maka akan ditawarkan pada masyarakat umum yang berdomisili di desaTawangrejo.

Tradisi-tradisi yang telah ada memang perlu mendapat perhatian khusus agar tradisi tersebut tidak akan punah. Selama masih ada seseorang yang gigih mempertahankan tradisi tersebut, insyaAllah itu semua akan berjalan seperti biasa walaupun hanya dipelopori oleh beberapa orang.


Berikut beberapa momen-momen yang berhasil penulis dokumentasikan sebagai inspirasi bagi semua orang dan pengobat kerinduan bagi perantau yang jarang pulang di desa Tawangrejo. Bagi siapa saja bisa mengirimkan artikel mengenai apapun yang bisa menginspirasi banyak orang mengenai budaya, seni, ilmu pengetahuan, kajian kitab untuk saya abadikan dalam blog ini. Terima kasih

Sebelum acara dimulai para peserta hadir dan berbaris membentuk formasi melingkar

Doa Khotmil Qur'an sedang dibacakan 
Peserta penuh hingga sampai pada teras masjid, luar biasa...

Do'a khotmil Qur'an dibacakan oleh Jalaluddin, S.HI

Setelah Berdoa, maka ambengan siap untuk dibagi maksimal 5 orang

Tanpa ditimbang dan diukur, ambengan langsung dibelah jadi 4 bagian... dikiro-kiro..

Kowe wis entuk?... aku durung mas.. umani yo..

Yo ... iyo... ojo watir, iki mau wong sak tawung do nggowo ambengan kabeh...

Arep tak emplok iwake aku isin karo Yi Ahsin.. Piye ngeniki...?

Akhirnya dapet juga... yo keno dienggo nggugah sing nong omah.

Dibagi lodehane dulu, dibagi iwake dulu, trus baru dibagi segane.

Aku tak amek dewe segane yo? 

Yo iki bagiane sing Up-LOAD foto.. lumayan..

Petengan Thoha membagi nasi dengan di kruwek

Jo watir, aku mau wis ijuk sik sak durunge ngkruuuwwek